THE SCIENCE TO BE RICH; PROLOG

PROLOG 


The Science To Be Rich, The Certain Way To Be Rich!

Halo Teman-teman, apa kabar? Semoga kalian semua dalam keadaan baik; sehat, berkecukupan dan bahkan hidup dalam kelimpahan. Yess..itu doa saya dari sini. Untuk semua teman yang sedang membaca tulisan ini.

Saya membuat tulisan ini dalam keadaan kehidupan yang sangat tidak baik. Seperti yang kita tahu, pandemi Covid19 telah memporak porandakan sebagian tatanan kehidupan kita. Dan saya salah satu orang yang terdampak. 

Yess, secara fisik saya sehat.. Alhamdulillah, Puji Tuhan, selama pandemi covid-19, keluarga saya semuanya aman, tidak terpapar sama sekali. Sementara tetangga saya, beberapa teman saya, bahkan kakak dan adik saya sempat terpapar, meskipun mereka kemudian sembuh dan sehat kembali.

Namun secara ekonomi saya dalam keadaan yang sangat sakit. Sebenarnya sebelum covid19 merebak dan menjadi pandemi, saya telah mengalami kebangkrutan. Hutang ratusan juta, debct colector menelpon setiap saat. Kendaraan semuanya terjual, bahkan perabotan rumah tangga juga ikut terjual. Meja kursi, mesin cuci, dan apa saja yang bisa dijual telah kami jual. Untuk membayar hutang, dan juga untuk makan. 

Kami masih sangat bersyukur, dalam keadaan seperti itu, sampai tulisan ini saya buat, kami masih dapat bertahan hidup, masih dapat makan, dan sesekali masih sempat piknik...hehehe... Yah, tentu saja piknik yang sangat low budget; pergi ke pegunungan, yang tanpa retribusi dan membawa bekal mie goreng dari rumah.

Dalam kondisi yang terpuruk seperti ini, saya menyadari bahwa semua terjadi karena kesalahan saya. Kesalahan mendasar yang membuat saya jatuh dalam penyesalan tanpa akhir. Bahkan keputusasaan sempat menghampiri saya, sampai saya berpikir untuk mati saja. Ya, pemikiran itu sempat bercokol dalam benak saya beberapa waktu lamanya. Saya merasa telah kehilangan harga diri, merasa tidak kuat menanggung rasa malu, Hidup rasanya tidak ada artinya sama sekali.

Namun demikian akal dan hati saya kembali sadar, bahwa itu b solusi. Dalam keputusasaan saya terus berusaha untuk mencari dan menemukan jalan keluar. Memang yang seringkali muncul di benak saya adalah bagaimana saya dapat mendapatkan uang yang banyak dalam waktu singkat. Namun semakin saya ingin mendapatkan uang, semakin saya tidak mendapatkan uang. Saya selalu berpikir, bagaimana saya mendapatkan uang kalau saya tidak punya modal untuk usaha sama sekali?

Saya terus berpikir untuk mencari modal guna menjalankan usaha. Namun saya juga sudah bertekad untuk tidak berhutang. Lagipula, dalam keadaan seperti ini, siapa yang mau memberikan saya pinjaman modal usaha? 

Sampai pada titik akhirnya saya niatkan untuk tidak melakukan apa-apa sama sekali. Dalam pengertian saya berhenti untuk mencari modal, berhenti untuk menjalankan usaha, namun kemudian fokus pada penyelesaian masalah dalam diri saya.

Pencarian saya membawa saya pada beberapa buku yang menurut saya sangat membantu. Sebenarnya saya juga ingin mengikuti training atau pelatihan. Namun sejujurnya saya tidak mampu membayar, bahkan ketika pelatihan itu hanya membayar empat ratus ribu.

Akhirnya saya menemukan buku "THE SCIENCE TO BE RICH". Saya sempatkan membaca buku ini baik-baik, dan saya meyakini bahwa solusi bagi saya akan muncul beriringan ketika saya membaca, memahami dan menerapkan segala yang dikatakan oleh buku ini. Saya memutuskan untuk membangun keyakinan baru berdasarkan apa yang ditulis dalam buku ini. Dan saya yakin, bahwa apa yang disampaikan dalam buku ini adalah sebuah kebenaran. 

Tulisan ini sebenarnya lebih pada sebuah upaya saya untuk memahami dan meresapi ajaran dalam buku tersebut. Namun saya juga yakin, saat teman-teman membacanya dan mempraktekkannya, teman-teman juga akan mengalami perubahan hidup yang luar biasa.

Maka, ijinkan saya berbagi dengan teman-teman semua tentang apa yang telah saya temukan dalam buku "THE SCIENCE TO BE RICH" tersebut.


Selanjutnya, PENGANTAR PENULIS

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAB 16 - BEBERPA PERINGATAN DAN KESIMPULAN

TENTANG PENULIS

BAB 8 - BERPIKIR DALAM CARA TERTENTU